| Strategi Hadapi Bencana |
| Ditulis Oleh Administrator | |
| Monday, 12 May 2008 | |
|
Halaman 1 dari 7 Dr. Ir. Andang Bachtiar, M.Sc: Harus Ada Sosialisasi Bagaimana Menghadapi Bencana Bencana tsunami yang memorakporandakan Aceh, Sumatera Utara, dan sejumlah negara di Asia lainnya mengingatkan kita bahwa Indonesia, secara geologi, rawan terhadap gempa. Bisa dikatakan, Indonesia berada pada ring of fire sehingga bencana alam bisa terjadi kapan saja.
Melihat peta geologi Indonesia tersebut, sudah saatnya Indonesia melakukan sosialisasi bagaimana menghadapi bencana. Perspektif Baru kali ini menurunkan wawancara dengan ahli gempa Dr. Ir. Andang Bachtiar, MSc. Kita mengalami tiga bencana alam, yakni Alor, Nabire, Aceh, dan sebagian Sumatra Utara yang mengakibatkan ribuan nyawa hilang. Apa makna dibalik peristiwa ini bagi kita dari sudut ilmu pengetahuan? Satu kalimat pembuka dari saya adalah, yang bisa kita ambil sebagai pelajaran, (peristiwa) ini menyadarkan kita untuk lebih waspada. Kita memang harus hidup dengan bencana, itu jauh lebih penting dan harus digarisbawahi. Di mana pun tinggal di Indonesia, dari segi geologi kita hidup dengan bencana. Pertanyaan dasarnya adalah apakah kita siap hidup dengan bencana? Banyak negara mencontoh ke kita, mereka juga punya masalah yang sama. Seperti sering disinggung berbagai ahli lainnya, di California ada yg namanya sun and back spot, bencana gempa di situ terus terjadi. Kemudian di Jepang ada gempa dan gunung api. Indonesia juga memiliki kedua ancaman itu, ada gempa dan gunung api.
Kali ini kasusnya adalah gempa yang berturut-turut terjadi di Alor, Nabire, Aceh, dan Sumatra Utara. Yang bisa kita katakan saya sebagai Ketua IAGI, yakni asosiasi profesi geologi yang mendalami tentang keadaan bumi, terutama di Indonesia, ingin menyadarkan kita semua. Inilah Indonesia, artinya, kita hidup di daerah yang punya potensi bencana. Ini adalah kejadian alam yang tidak bisa kita cegah, semua orang tahu itu. Kita hanya punya kemampuan untuk mengantisipasinya, dan bagaimana kita hidup bersama potensi bencana itu. |







